Diposkan pada Tak Berkategori

Jurnal Harian Kegiatan PPL di Masa Pandemi Covid-19

Jurnal Harian ini disusun oleh Lisa Forma Aprilianingrum Mahasiswi STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA PRODI PGSD dengan NPM 20168600029.

Pelaksanaan PPL berlokasi di SD ISLAM TELADAN SUCI, Ciracas Jakarta Timur.

Pada Selasa, 3 November 2020 saya sebagai mahasisiwi PPL melakukan pembelajaran daring/pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan aplikasi online yaitu Google Meet di Kelas III Utsman bin Affan. Pada pelaksanaan pembelajaran jarak jauh daat itu, dibimbing serta didampingi oleh wali kelas yang bernama Ibu Nur Annisa, S.Pd. Media Pembelajaran yang saya gunakan yaitu berbentuk Powerpoint (dengan link sebagai berikut: https://drive.google.com/file/d/1sp2MUP6PwkdddK2lqfgGBgDjyl5i9M1G/view?usp=sharing ) , dan Video Pembelajaran (dengan link sebagai berikut: https://youtu.be/NcNYEArY9hc , https://youtu.be/ZXl_h-WSdfo ). Adapun untuk link RPP sebagai berikut: https://drive.google.com/file/d/1dxGysiF8jOYMzfHXbrVqiyax1qT2y_mU/view?usp=sharing .

Dibawah ini merupakan dokumentasi saat dilaksanakannya Pembelajaran Daring/Pembelajaran Jarak Jauh antara lain sebagai berikut:

kelas III Utsman bin Affan

PJJ kelas III Utsman bin Affan

Pada hari Rabu, 4 November 2020 Mahasiswa PPL melaksanakan kegiatan piket/asistensi guru yaitu menyusun ukang jadwal mengajar daring khususnya untuk mengajar di kelas IV , dan menyusun jadwal Ujian PPL. Berikut merupakan dokumentasinya:

Penyusunan Jadwal Ujian PPL

Penyusunan ulang jadwal mengajar di kelas IV bersama wali kelas IV dan Guru Pamong.

Pada hari Kamis, 5 November 2020 saya sebagai mahasisiwi PPL melakukan pembelajaran daring/pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan aplikasi online yaitu Google Meet di Kelas III Abu Bakar as Siddiq. Pada pelaksanaan pembelajaran jarak jauh daat itu, dibimbing serta didampingi oleh wali kelas yang bernama Ibu Eri Anggraini, S.Pd. Media Pembelajaran yang saya gunakan yaitu berbentuk Powerpoint (dengan link sebagai berikut: https://drive.google.com/file/d/1ZSc5fUX_9DlhaZLoyFz4mTHeIhmQdZke/view?usp=sharing ), dan Video Pembelajaran (dengan link sebagai berikut: https://youtu.be/8ZosJmczc3U , https://youtu.be/ZXl_h-WSdfo ). Adapun untuk link RPP sebagai berikut: https://drive.google.com/file/d/1Sx1mE1Zt2geZw_53xR9GJV2O6nn0JIsg/view?usp=sharing .

dibawah ini merupakan dokumentasi saat dilaksanakannya Pembelajaran Daring/Pembelajaran Jarak Jauh antara lain sebagai berikut:

PJJ kelas III Abu Bakar as Siddiq.1
PJJ kelas III Abu Bakar as Siddiq. 2
PJJ kelas III Abu Bakar as Siddiq.3

Diposkan pada Tak Berkategori

Memahami Gambar Cerita

Gambar cerita adalah gambar yang menceritakan suatu adegan atau peristiwa. Fungsi dari gambar cerita adalah memperjelas alur atau isi cerita, memperjelas isi pesan dalam promosi suatu barang, menarik perhatian, menambah nilai artistik/keindahan dan sarana untuk mengungkapkan perasaan penggambarnya.

Bentuk suatu obyek gambar cerita dapat berupa gambar manusia, tumbuhan dan hewan. Gambar-gambar tersebut bisa berdiri sendiri atau bisa gabungan dari berbagai obyek yang berbeda. Obyek sebuah gambar cerita disesuaikan dengan narasi atau tema yang telah dibuat. Gambar cerita dapat menggunakan warna hitam atau putih saja. Dalam pembuatan gambar cerita dapat menggunakan teknologi digital maupun menggunakan lukisan tangan.

Hasil gambar untuk gambar cerita kelas 5 sd
contoh dari gambar cerita

Gambar cerita atau sering disebut dengan gambar ilustrasi banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk-bentuk gambar cerita antara lain terdapat pada :

  1. Komik. Komik berasal dari kata comic yang memiliki arti lucu atau jenaka. komik merupakan karya seni yang menggunakan rangkaian gambar tidak bergerak yang penyusunanya membentuk sebuah jalinan cerita. Berikut contoh ilustrasi komik. Hasil gambar untuk gambar komik anak muslim
  2. Cover. Cover merupakan kulit atau sampul pada buku atau majalah. Gambar cover memuat atau mewakili isi buku sehingga terlihat menarik. Berikut contoh ilustasi cover buku pelajaran.Hasil gambar untuk cover buku tematik kelas 5
  3. Majalah. Majalah atau surat kabar dibagian sebelum atau sesudah tulisan biasanya terdapat gambar. Gambar tersebut sering disebut Vignette (gambar pengisi halaman kosong pada majalah atau surat kabar yang memiliki fungsi menghias). Berikut contoh ilustasi Vignette pada majalah.Hasil gambar untuk vignette majalah
  4. Cerita (Cergam, Cerpen, dll). Suatu karya cerita biasanya dilengkapi dengan ilustrasi cerita. Gambar Ilustrasi cerita ini mewakili cerita yang terkandung di dalamnya. Sebuah cerita akan tampak menarik apabila disertai dengan ilustrasi yang menggambarkan isi cerita. Berikut contoh ilustasi cerita pendek.Hasil gambar untuk gambar cerita dari majalah

Gambar cerita sering juga ditemukan dalam buku cerita, majalah, dan buku pelajaran. Poster dan brosur juga sering disertai gambar cerita agar menarik. Petunjuk cara penggunaan barang pun sering dilengkapi dengan gambar cerita untuk membantu pengguna menggunakannya.. Fungsi gambar cerita antara lain untuk:

  1. Memperjelas alur atau isi cerita,
  2. Memperjelas isi pesan dalam promosi suatu barang,
  3. Menarik perhatian,
  4. Menambah nilai artistik/ keindahan,
  5. Sarana untuk mengungkapkan perasaan penggambarnya.

Ayo Berlatih
1. Perhatikanlah gambar cerita berikut ini! Lengkapilah keterangan sesuai gambar cerita yang ditampilkan. Di manakah kamu menemukan gambar cerita tersebut? Kesan apa yang kamu rasakan pada saat mengamati gambar ilustrasi tersebut?
Hasil gambar untuk gambar cerita pada cover buku

2. Buatlah Kreasi Gambar cerita komik sesuai dengan imajinasi dan kreatifitasmu!

Di bawah ini merupakan cara membuat slah satu dari gambar cerita yaitu komik, simak videonya dan praktikkan cara membuatnya. selamat mencoba!

 

sumber:

http://www.mikirbae.com/2018/01/memahami-gambar-cerita.html

https://www.youtube.com/watch?v=cuRB-D_r7V4

Diposkan pada Tak Berkategori

Pola Lantai dalam Gerak Tari Kreasi Daerah.

Tarian daerah adalah warisan berharga yang dimiliki setiap daerah. Tarian daerah merupakan hasil cipta karya seni dari ssuatu budaya. Sebagai negara yang memiliki banyak daerah yang terdiri atas kepualaun, maka Indonesia juga memuliki ragam tari daerah yang unik dan merupakan ciri khas setiap daerah. Tari daerah juga merupkana identitas bangsa.

Tari kreasi adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional kerakyatan dengan tari tradisional klasik. Gerak ini berasal dari satu daerah atau berbagai daerah di Indonesia. Selain bentuk geraknya, irama, rias, dan busanannya juga merupakan hasil modifikasi tari tradisi.
Hasil gambar untuk tarian daerah
Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari.  Pada dasarnya, ada dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung. Garis lurus memberikan kesan sederhana tetapi kuat. Sedangkan garis lengkung memberikan kesan lembut tetapi lemah.

Pola Lantai

1. Pola Lantai Vertikal (Lurus)
Ciri pola lantai vertikal (lurus) adalah penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola lantai ini banyak digunakan pada tari klasik. Pola lurus memberi kesan sederhana tetapi kuat. Berikut gambar pola lantai vertikal.

2. Pola Lantai Diagonal
Pada pola lantai diagonal, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri.

3. Pola Lantai Garis Melengkung
Pada pola lantai garis melengkung, penari membentuk garis lingkaran, pola lantai lengkung ular, dan pola lantai angka delapan.

Pola lantai dibuat untuk memperindah pertunjukan karya tari. Oleh karena itu dalam pembuatan pola lantai harus memperhatikan beberapa hal, antara lain bentuk pola lantai, maksud atau makna pola lantai, jumlah penari, ruangan atau tempat pertunjukan, dan gerak tari. Penampilan gerak tari tidak terlepas dari desain garis dan desain pola lantai. Ada dua jenis desain garis yaitu garis lurus dan garis lengkung. Pada desain garis lurus memberikan kesan lembut tetapi juga lemah. Garis-garis mendatar memberikan kesan istirahat, sedangkan garis-garis yang tegak lurus memberi kesan ketenangan dan keseimbangan. Garis melingkar atau melengkung memberi kesan manis, sedangkan garis menyilang atau diagonal memberikan kesan dinamis atau kuat.

Desain-desain garis tersebut di atas, tidak hanya dapat dibuat dengan garis-garis tubuh dan tanganserta kaki penari , tetapi dapat juga dibentuk dari jejak atau garis-garis yang dilalui oleh seorang penari atau garis di lantai yang ditinggalkan oleh penari. Pola lantai juga dapat menggunakan properti yang digunakan oleh penari baik jenis penyajian tari tunggal, berpasangan maupun kelompok. Properti yang digunakan penari dapat membentuk desain atas maupun desain bawah.

Pola Lantai

Beberapa contoh pola lantai :

  • Pola lantai yang dipergunakan dalam tari Piring adalah garis lengkung dan membentuk lingkaran.
  • Tari Saman dengan menggunakan pola lantai garis lurus.
  • Pada tari Pendet menggunakan pola lantai garis lengkung.
  • Tari Kecak dari Bali merupakan salah satu jenis tari ritual dengan menggunakan pola lantai garis melengkung membentuk lingkaran.
  • Tari seudati dari Aceh menggunakan pola gabungan antara pola lantai lurus, pola lantai lengkung, dan zig-zag.
  • Tari jaipong dari Jawa Barat menggunakan pola lantai lurus dan pola lantai zig-zag.
  • Pola lantai tari Bedhaya Ketawang menggunakan pola lantai Gawang Motor Mabur (pesawat terbang).
  • Tari Tayub dari Jawa, tari Gandrung dari Sasak, Joged Bumbung dari Bali, Gareng Lamen dari Flores, dan hampir semua tarian perang dari Papua menggunakan pola lantai garis lurus dan garis lengkung.
  • Tari Badong dari Toraja, Sulawesi Selatan menggunakan pola lantai melengkung.
  • Pola lantai garis lengkung dapat juga dijumpai pada tari Randai dari Minangkabau.
  • Taari Baris Gede di Bali menggunakan pola lantai lurus.
  • Tarian perang dari Nusa Tenggara Timur menggunakan pola lantai lurus.
  • Tarian Joged Melayu atau Zapin menggunakan pola lantai garis lurus dan garis lengkung.
  • Tari Yospan berasal dari Papua dengan pola lantai garis lurus
  • Tari Rejang Dewa dari Bali juga banyak menggunakan pola lantai garis lengkung.
  • Tari Lengger dari Banyumas menggunakan pola lantai garis lurus.

Keunikan gerak dan pola lantai merupakan salah satu kekayaan budaya yang mencerminkan kearifan lokal dalam kehidupan. Keunikan gerak dan pola lantai diciptakan sebagai simbolisasi tertentu sebagai bentuk rasa syukur terhadap kemakmuran yang telah diberikan Tuhan dalam kehidupan di masyarakat. Keunikan gerak dan pola lantai tidak hanya pada tari di Indonesia tetapi juga tari di negara-negara lain. Pola lantai dramatari balet Danau Angsa dilakukan dengan mengikuti aturan-aturan yang ketat dan selama puluhan tahun dengan pola lantai yang hampir sama.

Berikut merupakan contoh dari kreasi tari pola lantai sederhana, simak videonya dibawah ini:

Ayo Berkreasi
Bentuklah kelompok yang terdiri atas lima anak. Buatlah lima contoh bentuk pola lantai yang ditulis atau digambar pada selembar kertas. Dari bentuk pola lantai yang kalian buat tersebut, coba peragakan di depan guru dan kelompok lain.

Sumber: